BANYUWANGI, 16 Oktober 2026 — Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Utara menggelar Konsultasi Publik Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (KBKT) sebagai upaya mendorong pengelolaan hutan yang lebih baik, berkelanjutan, dan melibatkan partisipasi berbagai pemangku kepentingan.
Anda belum membaca semua isi berita ini
Kegiatan yang berlangsung di wilayah kerja KPH Banyuwangi Utara, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, tersebut dipimpin Administratur Danang Samsul Arifin. Kegiatan ini turut dihadiri para camat, kepala desa, jajaran Komando Rayon Militer (Koramil), Kepolisian Sektor (Polsek), serta unsur terkait lainnya di wilayah Banyuwangi Utara.
Konsultasi publik tersebut bertujuan menghimpun masukan, saran, dan pandangan dari para pemangku kepentingan sebagai bahan pertimbangan dalam meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan hutan, khususnya kawasan yang memiliki nilai penting bagi konservasi dan kelestarian lingkungan.
Melalui forum ini, Perhutani membuka ruang dialog bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, aparat keamanan, dan pihak terkait untuk membahas langkah-langkah strategis dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus mendorong pengelolaan kawasan secara lebih efektif dan bertanggung jawab.
Masukan dari para camat dan kepala desa menjadi bagian penting dalam konsultasi publik tersebut. Pemerintah kecamatan dan desa dinilai memiliki pemahaman mengenai kondisi wilayah, kebutuhan masyarakat, serta berbagai persoalan sosial yang berkaitan dengan kawasan hutan.
Sementara itu, keterlibatan unsur Koramil dan Polsek diharapkan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung keamanan, ketertiban, serta upaya menjaga kelestarian kawasan hutan.
Melalui konsultasi ini, berbagai pandangan dan saran dari peserta diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam merumuskan langkah pengelolaan kawasan bernilai konservasi tinggi yang lebih terarah, dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan keberlanjutan sumber daya hutan.
Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi merupakan kawasan yang memiliki nilai penting bagi pelestarian keanekaragaman hayati, perlindungan ekosistem, serta fungsi lingkungan lainnya. Oleh karena itu, pengelolaannya memerlukan perencanaan yang matang dan dukungan dari berbagai pihak.
Kepala Perhutani KPH Banyuwangi Utara, Danang Samsul Aripin, melalui kegiatan konsultasi publik ini menempatkan komunikasi dan partisipasi para pemangku kepentingan sebagai bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan hutan.
Keterlibatan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta unsur TNI dan Polri diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan membangun kesamaan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kawasan hutan yang memiliki nilai konservasi tinggi.
Sinergi tersebut juga menjadi langkah untuk menyelaraskan upaya pelestarian lingkungan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di sekitar kawasan hutan, sehingga pengelolaan hutan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Melalui konsultasi publik KBKT, Perhutani KPH Banyuwangi Utara diharapkan mampu menghimpun berbagai masukan konstruktif sebagai bahan penyempurnaan pengelolaan kawasan hutan ke depan.
Dengan komunikasi terbuka dan kerja sama lintas sektor, upaya menjaga kelestarian hutan di Banyuwangi Utara diharapkan semakin optimal, sekaligus memastikan fungsi ekologis hutan tetap terjaga dan manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang.
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.