Keterangan foto: Pemain Mananggu FC mengikuti sesi persiapan dan pengarahan tim dalam ajang David Cup 2026 di Desa Modelomo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo. Hingga kini, pertandingan final belum terlaksana sehingga sejumlah tim peserta mempertanyakan kepastian penyelesaian turnamen.
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Media Indonesia Times dengan traktir.
Traktir
Pilih nominal traktir:
Nominal terpilih: -
Silakan transfer ke rekening berikut:
BCA 2640596034
a.n. Ari Bagus pranata
Terima Kasih!
Traktir Anda sebesar - telah tercatat sebagai dukungan untuk wartawan & redaksi Media Indonesia Times.
Silakan lakukan transfer ke rekening:
2640596034 (a.n. Ari Bagus pranata, BCA)
Semoga menjadi amal yang berkah!
Setelah menekan tombol Selesai, Anda dapat konfirmasi traktir via WhatsApp.
Terakhir: Konfirmasi via WhatsApp
Konfirmasi traktir Anda sebesar -
untuk berita ini kepada Admin via WhatsApp.
Bukti transfer Anda sudah terunggah & akan segera diperiksa Admin.
BOALEMO — Turnamen sepak bola David Cup 2026 yang digelar di Desa Modelomo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, hingga kini belum juga menyelesaikan seluruh rangkaian pertandingan.
Anda belum membaca semua isi berita ini
Kompetisi yang telah berlangsung selama beberapa bulan tersebut menyisakan empat tim yang masih menunggu kepastian pertandingan final, termasuk laga perebutan juara pertama dan kedua serta posisi ketiga dan keempat.
Kondisi ini memunculkan keluhan dari sejumlah peserta, salah satunya Mananggu FC, yang mempertanyakan kepastian dari panitia penyelenggara terkait kelanjutan turnamen, penetapan juara, piala, hingga bonus atau hadiah.
Pihak Mananggu FC mengaku telah beberapa kali menghubungi panitia untuk menanyakan kepastian jadwal pertandingan. Namun, menurut mereka, jawaban yang diterima belum memberikan kepastian.
«“Setiap kali panitia pelaksana kami hubungi, hanya dijawab akan diupayakan. Jawaban ini seolah menganggap pertandingan ini sebagai mainan bagi kami dan tidak ada kepastian yang jelas,” ungkap pihak Mananggu FC.»
Menurut pihak Mananggu FC, tertundanya pertandingan final juga berdampak terhadap tim dari sisi biaya dan persiapan yang telah dikeluarkan selama mengikuti turnamen.
«“Jika dihitung, kami dari tim, khususnya Mananggu FC, telah mengalami banyak kerugian karena pertandingan tidak terselesaikan dengan final,” lanjutnya.»
Di tengah belum adanya kepastian tersebut, disebutkan bahwa tiga dari empat tim yang masih tersisa telah melakukan komunikasi dan menyepakati opsi terkait status juara serta bonus bersama.
Pihak Mananggu FC menyatakan, apabila panitia tidak segera memberikan kepastian, ketiga tim tersebut akan mempertimbangkan menempuh jalur hukum.
«“Jika tidak ada kepastian dari panitia, kami dari tim Mananggu FC, Botumoito Selection dan Elang Biru FC akan melakukan proses secara hukum dan menuntut semua kerugian yang telah dialami oleh tim Mananggu FC,” tegas pihak Mananggu FC.»
Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari panitia penyelenggara David Cup 2026 terkait alasan belum dilaksanakannya pertandingan final maupun mengenai mekanisme penetapan juara dan pemberian hadiah.
Pihak panitia penyelenggara diharapkan dapat memberikan penjelasan kepada seluruh peserta agar persoalan tersebut memperoleh kejelasan dan tidak semakin berlarut.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi panitia penyelenggara David Cup 2026 terkait persoalan ini.
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.