Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menerima audiensi para sopir truk yang tergabung dalam Aliansi Pengemudi Indonesia Bersatu (GAPIBER), di Ruang Rapat Minak Jinggo, Kantor Pemkab Banyuwangi, Kamis (15/10/2026) sore.
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Media Indonesia Times dengan traktir.
Traktir
Pilih nominal traktir:
Nominal terpilih: -
Silakan transfer ke rekening berikut:
BCA 2640596034
a.n. Ari Bagus pranata
Terima Kasih!
Traktir Anda sebesar - telah tercatat sebagai dukungan untuk wartawan & redaksi Media Indonesia Times.
Silakan lakukan transfer ke rekening:
2640596034 (a.n. Ari Bagus pranata, BCA)
Semoga menjadi amal yang berkah!
Setelah menekan tombol Selesai, Anda dapat konfirmasi traktir via WhatsApp.
Terakhir: Konfirmasi via WhatsApp
Konfirmasi traktir Anda sebesar -
untuk berita ini kepada Admin via WhatsApp.
Bukti transfer Anda sudah terunggah & akan segera diperiksa Admin.
BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menerima audiensi para sopir truk yang tergabung dalam Aliansi Pengemudi Indonesia Bersatu (GAPIBER), di Ruang Rapat Minak Jinggo, Kantor Pemkab Banyuwangi, Kamis (15/10/2026) sore. Pertemuan yang berlangsung gayeng tersebut, membahas persoalan kemacetan di Pelabuhan Ketapang yang kerap menghambat aktivitas pengemudi angkutan logistik.
Anda belum membaca semua isi berita ini
Dalam pertemuan itu dihadiri Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Sekretaris Daerah Banyuwangi Suyanto Wospo Tondo Wicaksono, Ketua KSOP Tanjungwangi Kolonel Mar. Amrul Adriansyah, Department Head Operasional dan Teknik Armada ASDP Ketapang Didi Juliansah, perwakilan Pelindo, dan jajaran terkait.
Sebelumnya, para sopir sempat menggelar aksi di Kantor Pemkab Banyuwangi, Rabu (14/10/2026). Mereka meminta bertemu langsung dengan Bupati Ipuk, dan ditemui hari ini.
Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak membahas berbagai persoalan dan mencari solusi bersama sesuai dengan kewenangan masing-masing instansi. Hasilnya, disepakati beberapa usulan yang menjadi komitmen bersama untuk meningkatkan pelayanan dan mendukung kelancaran transportasi penyeberangan.
Di antaranya pemberlakuan time table secara tepat waktu, dan apabila terdapat pelanggaran akan mendapatkan teguran dan penalti dari KSOP.
Adapula pula usulan keterlambatan pemberangkatan lebih dari 12 jam di Pelabuhan ASDP Ketapang, yang disebabkan selain masalah alam/cuaca akan mendapatkan kompensasi oleh pengelola pelabuhan. Selain itu terdapat enam poin lainnya.
Ipuk mengatakan, para pengemudi tersebut menyampaikan apa yang mereka alami di lapangan, terutama saat terjadi kemacetan.
“Alhamdulillah, melalui pertemuan ini semua saling terbuka. Ada solusi yang dihasilkan dan nantinya kita lanjutkan dengan kebijakan-kebijakan yang berdasarkan aspirasi masyarakat,” kata Ipuk.
Usai pertemuan tersebut,Ipuk langsung berkirim surat kepada Gubernur Jawa Timur dan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan, berisi sejumlah usulan untuk mengatasi persoalan di Pelabuhan Ketapang.
Usulan itu di antaranya pelebaran jalan nasional menuju Pelabuhan Ketapang serta percepatan pembangunan dermaga di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk. Sebelumnya, Pemkab Banyuwangi juga telah mengirimkan surat kepada Kementerian Perhubungan terkait permohonan penambahan kapal berukuran besar pada lintasan penyeberangan Jawa–Bali.
“Upaya ini semua kita lakukan berdasarkan aspirasi masyarakat. Kita mohon support ke provinsi dan kementerian agar ada solusi yang diberikan,” ujar Ipuk.
Perwakilan GAPIBER Muhlasin (39), mengaku lega setelah mendengar langsung tanggapan Bupati Ipuk dan memperoleh kesepakatan yang diharapkan. Mereka berharap hasil audiensi tersebut dapat menjadi langkah nyata dalam memperbaiki pelayanan dan mengatasi persoalan kemacetan di Pelabuhan Ketapang.
“Alhamdulillah, kita pulang membawa hasil dan bisa memberi kabar bahagia ke teman-teman jika sudah ada kesepakatan. Terima kasih banyak, Ibu Bupati, atas dukungannya,” ujar dia. (*)
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.